Kamis, 18 Agustus 2011

HARMONY DALAM BUDAYA DESAKU

Diposting oleh faridatul muffidah di 05.11 0 komentar
Pada dasarnya setiap daerah atau tempat pasti memiliki budaya atau kebiasaan yang berbeda beda dan budaya tersebut akan menjadi ciri khas dari suatu daerah itu sendiri. Kebudayaan merupakan pola hidup masyarakat yang diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain. Misalnya budaya tumpengan menyambut hari raya, hal itu telah dilakukan sejak zaman nenek moyang sampai zamanku sekarang.
Dari sini kita bisa melihat bahwa budaya memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, budaya bisa dikatakan bernilai positif jika budaya itu akan menghasilkan suatu hal yang positif juga, misalnya harmoni, kasih sayang, kerukunan dan sebagainya. Dan budaya itu akan bernilai negatif jika budaya itu tidak membawa kita pada kebaikan.
Aku sering sekali berfikir tentang keragaman budaya yang ada disekitarku, apakah keragaman budaya yang ada di desaku ini merupakan budaya yang baik, budaya yang dapat membawa kita pada harmoni atau keselarasan diantara satu sama lain. Aku terus bertanya tanya hingga terbentuklah tulisan ini.
Dan inilah keragaman budaya yang ada di desaku, desa Siwalan.
Yang pertama adalah budaya sedekah bumi, tetapi di desaku biasanya disebut dengan DEKAHAN. Budaya dekahan ini merupakan budaya slametan yang dilakukan untuk keselamatan desa, budaya ini dilakukan setahun sekali pada bulan ruwa. Orang orang yang ada di desaku mempunyai kepercayaan bahwa sedekah bumi dapat menjadikan desa kita menjadi desa yang subur dan makmur. Budaya dekahan ini dilakukan dengan membawa sejenis makanan atau buah-buahan yang ditaruh dalam tampa yang lebar. Semua orang berbondong bondong membawanya kesungai, setelah itu kita berdoa bersama untuk keselamatan desa dan setelah berdo’a selesai kita saling bertukar makanan satu sama lain. dilihat dari caranya jujur aku kurang mendukung budaya itu, karena aku pikir ini adalah suatu pemikiran yang tidak membawa kita pada kemajuan, tetapi disisi lain dekahan ini dapat membawa keselarasan atau keharmonian antara satu sama lain, kita satu desa berkumpul menjadi satu dan sama sama berdoa untuk keselamatan kita semua. Setelah itu kita satu desa patungan untuk menggelar perwayangan didesa kami untuk hiburan kita disaat kita sedang penat dalam bekerja, ini merupakan sebuah keselarasan bukan!!
Yang kedua adalah Budaya menggosip. Budaya menggosip ini menampilkan sebuah fenomena yang menunjukkan bagaimana pelaksanaan prinsip keselarasan dalam masyarakat. budaya menggosip ini adalah budaya yang jelek menurut banyak orang, tetapi menurutku tidak selalu menggosip itu jelek, karena aku sendiri suka sekali dengan menggosip. Menggosip ini kerap kali dilakukan oleh ibu-ibu ketika mereka sedang menggantarkan anak anak mereka kesekolah. Para ibu itu berkumpul dan berbicara tentang apa yang dia lihat, dia dengar dan dia rasakan. Menggosip ini biasanya dilakukan ketika ada yang janggal menurut pemikiran mereka, misalnya di desa ada wanita janda yang kemana mana hanya memakai celana pendek dan kaos oblong dan tidak mengenakan krudung, padahal di desa kami adalah desa yang mengedepankan sopan santun dan sling hormat menhormati, selain itu mayoritas di desaku adalah menutup aurot, jadi wajar kalau menggosip itu dilakukan, menggosip akan dilalukan jika ada perilaku menyimpang dari ajaran atau kebiasaaan yang ada. Dan orang yang digosipkan lama lama akan sadar dan malu karena telah menyimpang dari budaya yang telah berlaku 'dimasyarakat tersebut. Selain itu menggosip akan menyebabkan kita menjadi tambah akrab satu sama lain.
Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa menggosip merupakan wujud masyarakat dalam menjaga keselarasan, mereka resah jika ada yang tidak sesuai dengan kebiasaan mereka, lebih lagi kehidupan didesaku erat kaitanya dengan kehidupan sosial
Budaya yang ketiga adalah budaya sopan santun, setiap murid yang melihat gurunya selalu mengucapkan salam “Assalamualaikum” dan sebaliknya gurupun akan menjawab “wa’alaikum salam. Hal ini menunjukan keselarasan budaya lain yang ada di desaku, budaya saling hormat menghormati. Budaya saling hormat menghormati ini merupakan keselarasan kebudayaan yang indah dan membuat hati kita merasa tentram.
Budaya yang ke empat adalah budaya bancaan pada saat hari kelahiran berdasarkan weton, seperti kemis wage, jum’at pon dll. Budaya ini dilakukan dengan cara mengajak makan bersama warga sekitar dan mendoakan keselamatan untuk orang yang lahir pada weton itu. Budaya ini adalah budaya yang sangat ditunggu tunggu oleh warga desaku karena kita makan dalam satu tempat bersama sama dan khas makanan untuk bancaan ini adalah ikan asin, telur da juga urap-urap.
Keberagaman diatas merupakan keberagaman budaya yang dapat mempersatukan kita (masyarakat dusun Siwalan).
Jadi dapat disimpulkan bahwa keberagaman di desaku adalah keberagaman yang dapat membawa kita kepada keindahan dan keselarasan, dan saya baru menyadari bahwa keberagaman itu sangatlah penting, keberagaman itu dapat menjadikan kita menjadi satu, satu hati, satu jiwa, satu tujuan, satu rasa, satu tekat, satu semangat, dan lain-lain



 

My world Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei