Kita tidak menyadari bahwa lisan itu lebih tajam daripada pedang. dengan lisan kita membuat hati seseorang menangis, seperti hari ini aku menyakiti seseorang dengan lisanku, aku mengatakan sesuatu hal yang membuat dia tersinggung, padahal awalnya aku hanya bercanda, tetapi gak kusangka itu dapat membuat dia menulis status panjang lebar dan mengatakan bahwa dia sakit hati. Ini bukan pertama kalinya lisanku membuat orang menangis, aku ingat aku pernah membuat membuat orang yang aku sayang menangis dan dia sampai diam kepadaku selama beberapa hari, waktu itu aku marah sekali sama dia, karena marah mucul-lah kata-kata yang tidak sepantasanya keluar dari lisanku, dan pada akhirnya dia marah balik kepadaku, dia sangat tersinnggung dengan perkataanku, dan aku merasa sangat menyesal.
Aku pun pernah merasakan sakit karena lisan, yang paling kuingat adalah ketika aku putus dengan mantanku, aku minta putus karena tidak ada kecocokan dengannya, karena aku minta putus dia mengancamku, menghinaku, menduduhku dengan lisannya, sehingga aku menangis,aku merasa sangat sakit, dia mengatakan hal-hal yang tidak pantas diucapkan. Hal lain yang tidak aku lupakan karena lisan adalah ketika ibukku di fintnah, sehinga hampir saja kedua orangtuaku bercerai, saat itu hatiku, hati ibukku, dan hati aku sangat sakit, serasa diiris-iris dengan pisau.
Mengingat hal itu aku mengingatkan kepada kalian, jagalah lisan kalian, karena tanpa disadari lisan itu sangat tajam dan bisa menyakati siapapun.
Jumat, 26 Desember 2014
Kamis, 24 April 2014
Takut
Gak nyangka banget, aku udah semester enam, perasaan baru saja kemaren aku baru ospek dan dikerjain kakak tingkat, eeeh sekarang udah semester 6, berarti udah hampir tiga tahun aku kuliah dan bentar lagi lulus, Amiin. Ada perasaan takut ketika memulai semester ini, rasa takut pada dunia itu semakin hari semakin meningkat.
Aku rasa dunia menjadi sangat kejam seiring dengan berjalannya waktu. Apalagi bagi aku, seorang anak desa dari keluarga biasa- biasa saja yang merantau ke kota untuk menimbah ilmu, semua harus aku kerjakan sendiri, orang tua hanya mendukung dari belakang, setiap malam sebelum tidur aku selalu berfikir, dapatkah aku melawan dunia? Dapatkah aku mendapatkan kerja dan dapatkah aku membahagiakan orang tuaku? Hal itulah yang selalu aku pikirkan sebelum aku memejamkan mataku untuk menuju pada alam mimpiku. Mengingat juga, rumahku berada di desa yang masih tabu akan pendididikan, aku masih ingat, ada beberapa orang yang mengatakan hal seperti ini “buat apa kuliah ujung-ujungnya juga nganggur, sudah banyak contohnya, coba liat si A coba liat si B”, omongan-omongan sperti itu juga kadang membuat diriku semakin takut. Tetapi aku sadar bahwa hidup dengan ketakutan itu tidak baik, ketakutan akan membuat diri kita menjadi lemah, dan aku tidak mau menjadi orang yang lemah, aku yakin Allah sudah menentukan jalan kita masing- masing, dan kita harus berusaha mencapai apa yang sudah ditentukan oleh Allah tersebut, dan tetap tidak lupa untuk berdo’a, agar usaha kita ini dimudahkan oleh Allah. Semangat ^^
Aku rasa dunia menjadi sangat kejam seiring dengan berjalannya waktu. Apalagi bagi aku, seorang anak desa dari keluarga biasa- biasa saja yang merantau ke kota untuk menimbah ilmu, semua harus aku kerjakan sendiri, orang tua hanya mendukung dari belakang, setiap malam sebelum tidur aku selalu berfikir, dapatkah aku melawan dunia? Dapatkah aku mendapatkan kerja dan dapatkah aku membahagiakan orang tuaku? Hal itulah yang selalu aku pikirkan sebelum aku memejamkan mataku untuk menuju pada alam mimpiku. Mengingat juga, rumahku berada di desa yang masih tabu akan pendididikan, aku masih ingat, ada beberapa orang yang mengatakan hal seperti ini “buat apa kuliah ujung-ujungnya juga nganggur, sudah banyak contohnya, coba liat si A coba liat si B”, omongan-omongan sperti itu juga kadang membuat diriku semakin takut. Tetapi aku sadar bahwa hidup dengan ketakutan itu tidak baik, ketakutan akan membuat diri kita menjadi lemah, dan aku tidak mau menjadi orang yang lemah, aku yakin Allah sudah menentukan jalan kita masing- masing, dan kita harus berusaha mencapai apa yang sudah ditentukan oleh Allah tersebut, dan tetap tidak lupa untuk berdo’a, agar usaha kita ini dimudahkan oleh Allah. Semangat ^^
Langganan:
Postingan (Atom)
