Kemarin aku sempat melakukan diskusi tentang banyak hal dengan salah satu adik kelasku, Siti. Termasuk tentang terbentuknya berbagai geng di lingkungan kampus. Dimulai dari pertanyaanku "Kenapa sih dia setiap kampus bahkan tiap kelas kita selalu membentuk geng sendiri-sendiri, kenapa sih kita tidak bergaul dengan baik sama semuanya?", lalu dia menjawab "itu seleksi alam kak."
Setelah aku pikir-pikir benar apa yang dikatakan oleh dia. Kita menyeleksi seseorang yang memiliki sifat yang sama dengan kita dan seseorang yang nyambung dengan kita. Karena apabila ada seseorang yang memiliki sifat yang sama dengan kita dan bisa nyambung dengan orang it, maka kita akan dengan mudah menerima mereka.
Adik kelasku kemudian kembali berujar "Aku merasa beruntung kak punya gang, jadi ketika aku telat datang ke kampus ada yang perduli dengan aku, ada yang mencari aku "eh lo dimana? Udah telat ni, pak Syarif sudah datang, dan lain-lain. Aku pun sendiri langsung teringat dengan para gengku karena aku juga merasakan hal seperti itu.
Namun, meskipun kita punya gang, kita jangan menutup diri untuk tidak bergaul dengan yang lain. Karena memang banyak gang yang merasa diri mereka esklusif. Mereka membuat batasan dan menciptakan ruang lingkup orang dalam untuk teman-teman se-gengnya dan orang luar untuk orang yang tidak masuk gangnya. Hal tersebut aku pikir merugikan, karena bagiku saat kuliah adalah masa yang tepat untuk kita dalam mencari teman dan kenal dengan orang sebanyak-banyaknya.
So guys punya gang itu boleh dan wajar banget, tetapi jangan menutup diri untuk orang lain untuk lebih dekat dengan kamu. Punya banyak teman banyak itu menyenangkan.
Minggu, 15 Mei 2016
Kamis, 12 Mei 2016
Pengalaman Tes di Kapanlagi Network Sebagai Tim Digital Support
Aku adalah orang yang suka dengan media. Karena bagiku media menjadi salah satu dari jendela dunia. Media dapat memberikan berbagai macam informasi terhadap masyarakat. Maka dari itu saya ingin sekali menjadi bagian dari media. Saya pun kemudian mengikuti tes-tes yang dilakukan di berbagai media online di Indonesia, salah satunya adalah Kapanlagi Network.
Waktu itu saya melihat informasi di Twitter bahwa Kapanlagi Network sedang membutuhkan karyawan di posisi Tenaga Digital Support. Sebenarnya saya masih belum tahu job desk dari pekerjaan yang saya lamar itu, namun karena saya ingin kerja di media, langsung saja deh aku kirim CV dan surat lamaran.
Keesokan harinya aku langsung di telvon oleh pihak kapanlagi, diundang untuk mengikuti tes di Malang. Langsung deh sorenya aku berangkat ke Malang. Dan besoknya langsung tes.
Tes untuk menjadi karyawan Tim Digital support adalah kita disuruh mencari 10 berita menarik yang ada di Kapanlagi Netwotk seperti Kapanlagi.com, Brilio, Merdeka dan lain-lain. Dari 10 berita itu kita disuruh membuat judul ulang dengan minimal 20 karakter saja. Ini tantangannya, bagaimana kita harus membuat judul yang menarik tetapi hanya dengan keterbatasan karakter. Selain itu, kita juga disuruh memberikan deskripsi pada berita yang kita tulis dengan minimal 80 karakter.
Setelah melakukan tes praktik, saya kemudian di interview oleh salah satu pihak HRDnya. Seperti wawancara pada umumnya kita ditanya mengenai diri kita, pengalaman kita, dan keaktifan dalam bermain medsos. Mengapa keaktifan bermain medsos dipertanyakan? Mungkin karena medsos adalah salah satu bagian dari job desk Tim Digital Support.
Waktu itu saya melihat informasi di Twitter bahwa Kapanlagi Network sedang membutuhkan karyawan di posisi Tenaga Digital Support. Sebenarnya saya masih belum tahu job desk dari pekerjaan yang saya lamar itu, namun karena saya ingin kerja di media, langsung saja deh aku kirim CV dan surat lamaran.
Keesokan harinya aku langsung di telvon oleh pihak kapanlagi, diundang untuk mengikuti tes di Malang. Langsung deh sorenya aku berangkat ke Malang. Dan besoknya langsung tes.
Tes untuk menjadi karyawan Tim Digital support adalah kita disuruh mencari 10 berita menarik yang ada di Kapanlagi Netwotk seperti Kapanlagi.com, Brilio, Merdeka dan lain-lain. Dari 10 berita itu kita disuruh membuat judul ulang dengan minimal 20 karakter saja. Ini tantangannya, bagaimana kita harus membuat judul yang menarik tetapi hanya dengan keterbatasan karakter. Selain itu, kita juga disuruh memberikan deskripsi pada berita yang kita tulis dengan minimal 80 karakter.
Setelah melakukan tes praktik, saya kemudian di interview oleh salah satu pihak HRDnya. Seperti wawancara pada umumnya kita ditanya mengenai diri kita, pengalaman kita, dan keaktifan dalam bermain medsos. Mengapa keaktifan bermain medsos dipertanyakan? Mungkin karena medsos adalah salah satu bagian dari job desk Tim Digital Support.
Langganan:
Postingan (Atom)